Sabtu, 25 Februari 2012

Cinta Bagian Pertama

Pertama kami bertemu tepat ketika kami masuk sekolah SMAN 1 Sukatani Kabupaten Bekasi. Hari-hari indah pun kami lalui bersama, dikala sedih maupun bahagia. Inilah bakal cinta pertama aku, dan dia juga lah yang mengajariku arti sebuah perselingkuhan dan pengkhianatan cinta bukan mengajariku tentang cinta sejati. Memang pada awalnya aku bahagia dengan pertemuan ini, namun lambat laun ada yang berbeda dengan dia. Ditambah dengan kejadian itu, kejadian yang membawa kami kedalam perpecahan, pertengkaran bahkan permusuhan. Walaupun pada akhirnya kami pun saling mencintai dengan keterpaksaan.
Hari itu, ketika kami melakukan diskusi mata pelajaran PKN dengan Ibu Tjitjih. Kami pun mendengarkan dengan seksama apa ucapan dari penyaji dan sedikit penjelasan dari Ibu guru. Aku duduk dibangku kedua dari depan tepat dibelakang non uum. Seketika gilang (teman sekelas di kelas X.4) membisikan sesuatu ke arah non uum yang terdengar keras ditelingaku, katanya “um, sam’un suka sama kamu”. Sontak aku pun kaget mendengarnya, tak kalah kagetnya non uum. Namun aku menganggap kata itu sebagai sebuah kata candaan dari gilang, namun pikiran non uum kala itu berbeda, dia menganggap itu semua dengan serius. Apa salahku lang, sampai aku masuk dalam permainan cinta yang sama sekali aku belum pernah menjelajahinya.
Sejak kejadian itu, dia pun bersikap beda pada ku. Apa salahku, gumamku. Sampai kamu memusuhiku bahkan membenciku. Apakah karena kata-kata waktu itu, sehingga kamu memusuhiku dan membenciku, mungkin iya. Hari-hari di kelas X.4 pun aku lalui dengan penuh tanya dan bingung. Sampai  aku naik ke kelas 2, anehnya kami pun dipertemukan kembali oleh Allah untuk mengarungi kelas XI IPA 3 sampai tahun depan. Aku pun mulai berpikir tentang cara menyikapi permusuhan ini, walau memang aku tak pernah menghiraukan permusuhan ini di saat aku duduk di kelas X.4 dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar